Kupas Tuntas Perjudian Melalui Internet (Online Gambling) di Indonesia

Kupas Tuntas Perjudian Melalui Internet (Online Gambling) di Indonesia-Bangsa ini sesungguhnya tengah menghadapi masalah yang luar biasa besar dalam hal penegakan hukum. Begitu banyak peristiwa pelanggaran hukum yang tidak diproses sebagaimana mestinya. Para petinggi negeri ini dan para wakil rakyat terlihat sibuk melindungi diri sendiri dan partai politiknya masing-masing sehingga lalai dalam melindungi masyarakat dari berbagai tindak kejahatan, termasuk tindak kejahatan dalam bidang perjudian terutama Game Online atau Sepakbola yang kini semakin marak sebagai ajang perjudian melalui internet.

Era demokrasi membawa konsekuensi terhadap terbukanya keran kebebasan berekspresi, termasuk di dunia maya. Dalam hal transaksi pun demikian, seakan tak berbatas dan bersekat seiring dengan teknologi digital yang kian canggih. Namun, yang perlu diingat, kejahatan yang terjadi di dunia maya juga kian besar dengan beraneka rupa modus, payung hukum tentang kejahatan di dunia maya masih generik dan sedikit, apalagi mengenai transaksi elektronik. Negara kita juga masih lemah dalam penegakan hukum, sebab jika mau mengadili pelaku cybercrime masih terjadi kebingungan dasar hukum mana yang akan digunakan.

Di berbagai literatur, cybercrime dideteksi dari dua sudut pandang yaitu kejahatan menggunakan teknologi informasi sebagai fasilitas dan sebagai sasaran. Kejahatan sebagai fasilitas contohnya pencurian account internet, penipuan lewat e-mail (fraud), pemalsuan/pencurian kartu kredit, pembajakan, pornografi, e-mail spam, perjudian online, terorisme, isu sara, situs yang menyesatkan dan lain sebagainya. Sedangkan, kejahatan sebagai sasaran, contohnya: Pembobolan atau pembajakan situs web, pembuatan atau penyebaran virus komputer, pencurian abstracts pribadi, Denial of Service (DOS), kejahatan atas nama domain, dan lain sebagainya.

Dari kejahatan diatas termasuk ke dalam tindakan kriminal teknologi informasi, salah satunya internet. Internet adalah produk dari modernisasi yang telah melakukan hampir segala sesuatu dalam kehidupan orang yang praktis. Belanja untuk mengirim mail kepada teman dan hubungan keluarga, internet telah benar-benar merevolusi gaya hidup banyak orang. Belum menjadi usang adalah area rekreasi dan bermain, karena hari ini ada galeri online, game online dan judi terutama online. Taruhan kerajaan, macam-macam permainan yang dibuat untuk apa saja dan segala sesuatu yang mungkin terjadi dan terjadi. Dari uraian diatas, kami mencoba menguraikan masalah dengan mengambil judul “Kupas Tuntas Perjudian Melalui Internet di Indonesia” atau biasa disebut Online Gambling.

Minimnya pengetahuan Masyarakat terhadap definisi Kejahatan Dunia Maya (Cyber Crime), khususnya kejahatan dalam dunia perjudian melalui internet (Online Ggambling). Serta wawasan mengenai aspek-aspek hukum yang berkaitan dengan pelarangan perjudian secara online, menjadi kendala dalam menangani permasalahan ini.

Seperti kita ketahui, bahwa perjudian merupakan suatu hal yang sangat tidak terpuji, baik di mata hukum atau norma agama. Dimana hal ini dapat kita temukan dimanapun dan kapanpun. Bahkan terkadang kitalah yang menjadi pelaku dari kegiatan tersebut, baik secara jelas maupun secara tidak jelas kita terlibat di dalam perjudian. Hingga perjudian ini sudah bisa kita sebut sebagai salah satu Kebudayaaan di dunia dan tidak akan pernah punah, bahkan akan semakin berkembang seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi.

Judi merupakan hal yang sering menjadi suatu bahan perbincangan oleh berbagai kalangan, yang mana menurut Agama dan menurut Negara, hal itu dilarang, bahkan menjadi suatu hal yang harus di perangi. Karena, dampak negatif dari sebuah perjudian untuk kehidupan dan kemaslahatan masyarakat diyakini sebagai salah satu tonggak lahirnya kemiskinan dan kriminalitas.

Namun ketika segala sesuatu mulai berubah dan kehidupan semakin membutuhkan materi untuk kelangsungan hidup manusia, dan karena kebutuhan yang semakin besar serta minimnya pendapatan masyarakat, maka orang cenderung melakukan apasaja untuk memaksimalkannya. Salah satu jalan untuk mendapatkan materi berupa uang dengan cara yang singkat adalah cara yang dilarang, yaitu melalui judi.

Judi tidak hanya dilakukan secara offline (di kehidupan nyata), melainkan secara online (melalui jalur internet). Maraknya judi online dengan transaksi tinggi di Indonesia berdampak langsung kepada runtuhnya perekonomian dan moral anak bangsa. Secara statistik memang belum ada data yang dipublikasikan oleh pemerintah, akan tetapi kecanduan judi online ini terlihat dimana-mana yang umumnya dilakukan para generasi muda, baik dari kalangan ekonomi menengah ke atas, maupun mereka yang berekonomi menengah ke bawah.

Manusia mulai berpikir bahasa melipat gandakan uang melalui jalan perjudian akan membuat semakin cepat mengumpulkan banyak uang. Mereka melakukan itu tanpa berpikir bahwa nantinya mereka bisa saja kalah dalam perjudian tersebut. Semua cara akan ditempuh untuk mendapatkan uang dengan cara berjudi, meski dilarang oleh seluruh Agama yang diyakini oleh manusia. Tetapi mereka tidak mengetahui hal tersebut, walaupun begitu, ada juga yang telah mengetahui akibat yang akan mereka peroleh tetapi mereka tetap melakukan hal itu karena ada faktor lain yang mebuat mereka berjudi. Tapi, apapun alasannya, mereka tetap akan mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya.

Dilihat dari peraturan-peraturan yang telah mengatur perjudian online secara global, maka kita mendapat beberapa rumusan masalah dari kasus tentang perjudian online ini, yaitu :

1. Ayat dalam kitab Agama (penjelasan ayat dan hadits yang menjelaskan tantang balasan bagi penjudi).
2. UU tentang perjudian online.
3. Dampak yang akan diterima secara umum dari berjudi.
4. Faktor yang menyebabkan timbulnya perjudian.
5. Bagaimana cara mengurangi atau bahkan menghilangkan judi online.

Judi Online

Judi Online atau Gambling sudah bukan hal yang asing lagi bagi masyarakat indonesia yang setiap harinya terus bertambah dan mulai meninggalkan gaya berjudi yang konvensional dan beralih ke jenis perjudian online. Banyaknya jenis permainan judi online yang dapat di ikuti dan dimainkan seperti Bola Online, Betting Online, Casino Online, Poker Online serta Togel Online.

Di jaman sekarang ini sarana untuk melakukan perjudian tentunya sudah semakin canggih dan maju seiring dengan berkembangnya teknologi internet di Indonesia. Dengan begitu banyaknya agen-agen judi melalui internet, semakin memudahkan anda untuk melakukan taruhan judi bola secara online di internet. Melalui koneksi internet kegiatan berjudi pun semakin mudah serta aman tentunya.

Jenis-jenis Perjudian

Stanford Wong dan Susan Spector (1996), dalam buku Gambling Like a Pro, membagi 5 kategori perjudian berdasarkan karakteristik psikologis mayoritas para penjudi. Kelima kategori tersebut adalah:

1. Sociable Games

Dalam Sociable Games, setiap orang menang atau kalah secara bersama-sama. Penjudi bertaruh di atas alat atau media yang ditentukan bukan melawan satu sama lain. Pada perjudian jenis ini akan sering dijumpai para penjudi saling bercakap, tertawa, atau pun tegang. Walaupun para penjudi selau ingin menang, mereka sadar bahwa jika mereka tidak mendapatkan hal tersebut, paling tidak mereka sudah mendapatkan kesempatan yang baik untuk mencoba permainan. Termasuk dalam kategori ini adalah: Dadu, Baccarat, BlackJack, Pai Gow Poker, Let It Ride, Roulette Amerika.

2. Analytical Games

Analytical games sangat menarik bagi orang yang mempunyai kemampuan menganalisis data dan mampu membuat keputusan sendiri. Perjudian model ini memerlukan riset dan sumber informasi yang cukup banyak serta kemampuan menganalisis berbagai kejadian. Termasuk dalam kategori ini adalah:Pacuan Kuda,Sports Betting(cth:Sepakbola, Balap Mobil/Motor, dll).

3. Games You Can Beat

Dalam games you can beat penjudi sangat kompetitif dan ingin sekali untuk menang. Penjudi juga berusaha extra keras untuk dapat menguasai permainan. Dalam kategori ini penjudi menanganggap kemenangan diperoleh melalui permainan dengan penuh keahlian dan strategi yang jitu serta dapat membaca strategi lawan. Penjudi harus dapat memilih dan membuat keputusan secara tepat serta dapat membedakan alternatif kondisi mana harus ikut bermain. Secara singkat dapat dikatakan bahwa permainan judi jenis ini adalah permainan yang dirancang khusus bagi penjudi yang hanya mementingkan kemenangan. Termasuk dalam kategori ini adalah : Blackjack, Poker, Pai Gow Poker, Video Poker, Sports Betting, Pacuan Kuda.

4. Escape from Reality

Setiap orang pada dasarnya ingin sekali-sekali lain dari kenyataan. Pada permainan escape from reality, para pemain yang menjalankan slot machine atau video games dalam waktu yang cukup lama akan merasa seperti terbawa ke alam lain. Permainan ini bukan hanya menyuguhkan hal-hal yang menarik tetapi juga membuat penjudi terbuai menunggu hasil yang tidak terduga, meski penjudi pada akhirnya selalu mengalami kekalahan. Termasuk dalam kategori ini adalah: Slot Machines dan Video Games.

5. Patience Games

Bagi penjudi yang ingin santai dan tidak terburu-buru untuk mendapatkan hasil, maka patience games merupakan pilihan yang paling digemari. Dalam perjudian model ini para penjudi menunggu dengan sabar nomor yang mereka miliki keluar. Bagi mereka masa-masa menunggu sama menariknya dengan masa ketika mereka memasang taruhan, mulai bermain ataupun ketika mengakhiri permainan. Termasuk dalam kategori ini adalah: Lottery, Keno, Bingo.

Faktor Terjadinya Perjudian

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berjudi bahwa perilaku perilaku berjudi memiliki banyak efek samping yang merugikan bagi si penjudi maupun keluarganya mungkin sudah sngat banyak disadari oleh para penjudi. Anehnya tetap saja mereka menjadi sulit untuk meninggalkan perilaku berjudi jika sudah terlanjur mencobanya. Dari berbagai hasil penilitian lintas budaya yang telah dilakukan para ahli diperoleh beberapa factor yang amat berpengaruh dalam memberikan kontribusi pada perilaku berjudi. Faktor tersebut adalah :

1. Faktor Sosial dan Ekonomi

Bagi masyarakat dengan status sosial dan ekonomi yang rendah perjudian seringkali dianggap sebagai suatu sarana untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Tidaklah mengherankan jika pada masa undian SDSB di Indonesia zaman orde baru yang lalu, peminatnya justru lebih banyak dari kalangan masyarakat ekonomi rendah seperti tukang becak, buruh, atau pedagang kaki lima. Dengan modal yang sangat kecil mereka berharap mendapatkan keuntungan yang sebesar-besarnya atau menjadi kaya dalam sekejab tanpa usaha yang besar. Selain itu kondisi sosial masyarakat yang menerima perilaku berjudi juga berperan besar terhadap tumbuhnya perilaku tersebut dalam komunitas.

2. Faktor Situasional

Situasi yang bisa dikategorikan sebagai pemicu perilaku berjudi, diantaranya adalah tekanan dari teman-teman atau kelompok atau lingkungan untuk berpartisipasi dalam perjudian dan metode-metode pemasaran yang dilakukan oleh pengelola perjudian. Tekanan kelompok membuat sang calon penjudi merasa tidak enak jika tidak menuruti apa yang diinginkan oleh kelompoknya. Sementara metode pemasaran yang dilakukan oleh para pengelola perjudian dengan selalu mengekspose para penjudi yang berhasil menang memberikan kesan kepada calon penjudi bahwa kemenangan dalam perjudian adalah suatu yang biasa, mudah dan dapat terjadi pada siapa saja (padahal kenyataannya kemungkinan menang sangatlah kecil). Peran media massa seperti televisi dan film yang menonjolkan keahlian para penjudi yang "seolah-olah" dapat mengubah setiap peluang menjadi kemenangan atau mengagung-agungkan sosok sang penjudi, telah ikut pula mendorong individu untuk mencoba permainan judi.

3. Faktor Belajar

Sangatlah masuk akal jika faktor belajar memiliki efek yang besar terhadap perilaku berjudi, terutama menyangkut keinginan untuk terus berjudi. Apa yang pernah dipelajari dan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan akan terus tersimpan dalam pikiran seseorang dan sewaktu-waktu ingin diulangi lagi. Inilah yang dalam teori belajar disebut sebagai Reinforcement Theory yang mengatakan bahwa perilaku tertentu akan cenderung diperkuat/diulangi bilamana diikuti oleh pemberian hadiah/sesuatu yang menyenangkan.

4. Faktor Persepsi tentang Probabilitas Kemenangan

Persepsi yang dimaksudkan disini adalah persepsi pelaku dalam membuat evaluasi terhadap peluang menang yang akan diperolehnya jika ia melakukan perjudian. Para penjudi yang sulit meninggalkan perjudian biasanya cenderung memiliki persepsi yang keliru tentang kemungkinan untuk menang. Mereka pada umumnya merasa sangat yakin akan kemenangan yang akan diperolehnya, meski pada kenyataannya peluang tersebut amatlah kecil karena keyakinan yang ada hanyalah suatu ilusi yang diperoleh dari evaluasi peluang berdasarkan sesuatu situasi atau kejadian yang tidak menentu dan sangat subyektif. Dalam benak mereka selalu tertanam pikiran: "kalau sekarang belum menang pasti di kesempatan berikutnya akan menang, begitu seterusnya".

5. Faktor Persepsi terhadap Ketrampilan

Penjudi yang merasa dirinya sangat trampil dalam salah satu atau beberapa jenis permainan judi akan cenderung menganggap bahwa keberhasilan/kemenangan dalam permainan judi adalah karena ketrampilan yang dimilikinya. Mereka menilai ketrampilan yang dimiliki akan membuat mereka mampu mengendalikan berbagai situasi untuk mencapai kemenangan (illusion of control). Mereka seringkali tidak dapat membedakan mana kemenangan yang diperoleh karena ketrampilan dan mana yang hanya kebetulan semata. Bagi mereka kekalahan dalam perjudian tidak pernah dihitung sebagai kekalahan tetapi dianggap sebagai "hampir menang", sehingga mereka terus memburu kemenangan yang menurut mereka pasti akan didapatkan.

Share this

Related Posts

First